Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut penyerangan polisi Belanda terhadap istri seorang pria Palestina yang sedang hamil merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia dan menuntut pemerintah Belanda bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Pada Senin pagi (1/6) Ismail Baqaei menerbitkan klip yang diterbitkan oleh saluran TV Al Jazeera di mana seorang petugas polisi Belanda dengan kasar melemparkan istri seorang pria Palestina yang sedang hamil ke tanah dan menyeretnya ke tanah. Dia menulis: Perilaku ini sangat brutal dan tidak dapat dibenarkan. Tidak ada alasan bagi polisi untuk secara brutal menyerang seorang wanita hamil hanya karena dia ingin bersama suaminya yang warga Palestina yang ditahan.
Dia menambahkan: Pihak berwenang Belanda harus menindaklanjuti pelanggaran hak asasi manusia yang jelas ini dan meminta pertanggungjawaban para pelanggarnya. Kekerasan semacam ini merupakan tanda bias dan diskriminasi sistematis dalam struktur kepolisian negara ini.
Your Comment